Selasa, 09 Maret 2021

Contoh pidato Al-qur'an sebagai pedoman

Assalamualaikum wr. wb

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Dewan juri yang saya hormati dan pemirsa dimanapun anda berada yang saya cintai..

Kebahagiaan adalah tujuan semua orang, harapan setiap insan, baik bahagia dunia maupun kebahagiaan akhirat. Siapa yang hidupnya tak ingin diselimuti oleh kebahagiaan? Namun banyak yang salah jalan dalam mencapai sebuah kebahagiaan karena melalaikan pedoman. Ketahuilah ketika Allah menciptakan manusia, Allah telah memberikan buku petunjuk yang harus diikuti agar tidak tersesat di muka bumi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 9:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Dalam tafsir ibnu katsir Allah subhanahu wa ta’ala, memuji kitab-Nya yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ, yaitu kitab Alquran, bahwa kitab Alquran itu memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan lebih terang dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh sesuai dengan apa yang dikandung di dalam kitab Alquran bahwa bagi mereka ada pahala yang besar kelak di hari kiamat.

 

Al-Qur’an untuk membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Hanya al-Qur’anlah pedoman yang pantas untuk diikuti. Bukan trand, bukan zaman, dan bahkan bukan pula artis papan atas. Namun ironisnya zaman sekarang semua mengaku islam namun tak sedikit yang menyimpang. Jangankan mengamalkan, membacanya pun masih banyak yang bermalas malasan. Inilah pertanda akhir zaman sebagaimana yang telah disabdakan Baginda Rosulullah SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh pasti akan datang suatu jaman pada manusia yang ketika itu seseorang tidak peduli lagi tentang apa yang didapatnya apakah dari barang halal ataukah haram". (Hadis Bukhori nomor 1941)

Situasi ini merujuk kepada keadaan manusia sekarang yang lebih mementingkan kewanangan, kekayaan, keviralan, kesenangan yang fana semata-mata tanpa melihat pertimbangan berdasarkan agama dan moral. Menghalalkan segala cara, korupsi dan riba merajalela, aib keburukan diumbar menjadi kebanggaan. Hidup menjadi kelam karna Al-qur’an tak lagi menjadi pedoman.

Saudaraku, ketahuilah bahwa kualitas iman kita diukur dengan sejauh mana kuantitas interaksi kita dengan Al Quran. Sikap dan perilaku kita dilihat dari sejauh mana kita mengenal Al-Qu’an. Apakah kita masa bodoh jika kita tidak punya sedikit hafalan ayat-ayat Al Quran? Sedihkah kita karena awam akan kandungan makna Al Quran? Jika belum, kitalah yang disebut Rasulullah yang menjadikan Al Quran sebagai “mahjuran”. Sebagaimana firman Allah SWT

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

“dan Rosul Muhammad berkata Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Quran itu sesuatu yang diabaikan”  (QS Al-Furqan [25]: 30).

Naudzubillah. Jangan sampai kita hanya takut miskin materi namun lupa akan miskin Al-Qur’an yang justru menjadi penolong kelak dialam mahsyar. Mari kita jaga dan memberi perhatian lebih pada diri kita dengan Al-Qur’an demi tercapainya kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat.

Allahul kafi robbunal kafi. Qasadnal kafi wajadnal kafi

Likulli kaafi kafanal kafi. Wanimal kafi alhamdulillah

Muda mudi di ini zaman. Bukan tak pandai pengetahuan

Ilmu dan adab ditinggalkan. Sehingga diri bagaikan hewan

Harta dicari setiap hari. Siang dan malam lupa diri

Anak dan istri lupa mengaji. Sesal dikubur di hari nanti

Allahul kafi robbunal kafi. Qasadnal kafi wajadnal kafi

Likulli kaafi kafanal kafi. Wanimal kafi alhamdulillah

Bunga mawar bunga melati. Jika ada tutur kasar mohon maafkan sepenuh hati

Hidup terasa hampa tanpa hadirnya sang kekasih. Cukup sekian dan terimakasih

Wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerpen : Perjuangan dibalik Layar

                                                               Rentan Waktu Oleh: Khoirotul Nikmah AAAAAAAAAAH HUH UUAAAAHHH, AYO BU SED...