Selasa, 09 Maret 2021

Hambatan dan Efektifitas Komunikasi Dakwah

 

MAKALAH

Hambatan dan Efektifitas Komunikasi Dakwah

 

Dosen Pengampu:

Abdullah Sattar

 

Pemakalah:

Khoirotul Nikmah                   (B01219023)

 

 

KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

SURABAYA

 

 

 

 

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Hambatan dan Efektifitas Komunikasi Dakwah”. Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Dakwah. Selama penyusunan makalah ini kami mendapatkan bimbingan dari berbagai pihak, sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan dalam tepat waktu.

Dalam hal ini kami menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingan dan bantuan yang telah diberikan oleh:

1.      Bpk. Abdullah Sattar selaku dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Dakwah

2.      Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupun materil.

3.      Teman-teman sepejuangan kami.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini tidak terlepas dari kekurangan. Untuk itu kami senantiasa terbuka menerima kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna kelengkapan dan kesempurnaan makalah ini kedepan. Akhir kata kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya makalah ini penulis mengucapkan banyak terimakasih.

Jazakumullah Khairan Katsiro.

 

 

 

 

 

Surabaya, 5 Januari 2021

 

 

Daftar Isi

Kata Pengantar 2

Daftar Isi 3

Latar Belakang 4

BAB I

A.    Pengertian Efektifitas Komunikasi 6

B.     Syarat Komunikasi Efektif 6

C.     Pengertian Hambatan 6

D.    Komponen Hambatan-hambatan Komunikasi 6

E.     Hakikat Komunikasi dalam Dakwah

F.      Hambatan Komunikasi dalam Dakwah 6

BAB II

A.    Kesimpulan 16

B.     Saran 16

Daftar Pustaka 17

 

 

 

 

 

 

 

Latar Belakang

Komunikasi adalah suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai makhluk sosial setiap individu tidak bisa menghindar dari tindakan komunikasi menyampaikan dan menerima pesan dari dan ke orang lain. Pelaku proses komunikasi adalah manusia yang selalu bergerak dinamis. Komunikasi menjadi penting karena fungsi bisa dirasakan oleh pelaku komunikasi tersebut. Melalui komunikasi seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak pikirannya dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi yang baik dan efektif adalah komunikasi yang mampu menciptakan kebersamaan arti bagi orang-orang terlibat. Tanpa persamaan arti, sukar dipikirkan adanya komunikasi.[1]

Kegagalan dalan berkomunikasi sering timbul karena hambatan dalam proses komunikasi. Dalam proses komunikasi antar komunitas, maka fungsi komunikasi yang dilakukan antara dua komunitas yang berbeda itu merupakan jembatan atas perbedaan di antara mereka. Fungsi menjembatani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan, keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama.

Dengan adanya komunikasi yang baik suatu kelompok dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurang atau tidak adanya komunikasi akan macet atau tidak berjalan secara efektif. Komunikasi yang efektif adalah penting, oleh karena itu seseorang perlu memahami dan meningkatkan kemampuan komunikasinya. Karena komunitas underground memang lekat dengan citra keras dan tidak mau tahu dengan keadaan sekitar. Dengan demikian komukasi efektif sangat penting pada setiap tingkat untuk mencapai sasaran secara efektif.

 

 

 

 

BAB I

A.    Pengertian Efektifitas Komunikasi

Efektivitas berasal dari kata efek yang artinya pengaruh yang ditimbulkan oleh sebab, akibat atau dampak.Jadi, secara sederhana efektif berarti berhasil, sedangkan efektivitas menurut bahasa berarti tepat guna, hasil guna, menunjang tujuan. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, efektivitas adalah keadaan berpengaruh, dapat membawa dan berhasil guna (usaha, tindakan). Dengan demikian, efektivitas pada dasarnya merujuk kepada suatu ukuran perolehan yang memiliki kesesuaian antara hasil yang dicapai dengan hasil yang diharapkan.[2]

Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat dipahami bahwa efektifitas bermuara kepada hasil daan tujuan, manfaat dan seberapa jauh tingkat ketercapaian antara harapan dengan kenyataan dilakukannya suatu tindakan atau perbuatan. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa efektivitas merupakan suatu tolak ukur yang digunakan secara tepat guna mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu pekerjaan atau tindakan.

Sedangkan komunikasi dilihat dari etimologi, berasal dari Bahasa Latin yakni dari kata communis yang berarti “sama”, communico, communication, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama merupakan akar dari kata-kata lainnyanya. Kemudian kata lain yang mirip dengan komunikasi adalah komunitas (community) yang juga menekankan kesamaan atau kebersamaan. Komunitas adalah sekelompok orang yang berkumpul atau hidup bersama untuk mencapai tujuan tertentu, dan mereka berbagi makna dan sikap yang mirip.

Sementara itu, para ahli sebagai berikut yang dikutip oleh Dedy Mulyana dalam bukunya sebagai berikut:

1.      Sebagaimana yang disampaikan Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson dalam mulyana komunikasi merupakan proses memahami dan berbagi makna.

2.      Diana K. Ivy dan Phil Backlund komunikasi adalah proses yang terus berlangsung dan dinamis menerima dan mengirim pesan dengan tujuan berbagi makna.

 

B.     Syarat Komunikasi Efektif

Berdasarkan defenisi tersebut, komunikasi dapat dikatakan efektif apabila memenuhi tiga persyaratan utama, yaitu:

a.       Pesan yang dapat diterima dan dipahami oelh komunikan sebbagaimana dimaksud oleh komunikator

b.      Ditindak lanjuti dengan perbuatan secara suka rela

c.       Meningkatkan kualitas hubungan antarpribadi.

Komunikasi yang efektif akan membantu mengantarkan kepada tercapainya tujuan tertentu, sebaliknya jika komunikasi efektif tidak berhasil maka akibatnya tujuan komunikasi tidak akan tercapai. Harus disadari bahwa komunikasi efektif akan membantu jalan manuju tercapainya apapun tujuan yang dilakukan. Apapun kedudukan, keterampilan komunikasi secara efektif merupakan modal penting bagi siapa pun, terutama para dai.

C.    Pengertian Hambatan

Effendy (2003) menyatakan bahwa beberapa ahli komunikasi menyatakan bahwa tidaklah mungkin seseorang melakukan komunikasi yang sebenarbenarnya efektif. Ada banyak hambatan yang dapat merusak komunikasi. Segala sesuatu yang menghalangi kelancaran komunikasi disebut sebagai gangguan (noise)

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hambatan komunikasi adalah segala bentuk gangguan yang terjadi di dalam proses penyampaian dan penerimaan suatu pesan dari individu kepada individu yang lain yang disebabkan oleh faktor lingkungan maupun faktor fisik dan psikis dari individu itu sendiri.

D.    Komponen Hambatan-hambatan Komunikasi

Menurut Fajar (2009), terdapat beberapa hambatan dalam komunikasi , yaitu:

a.       Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu mendorong seseorang untuk bertindak sesuai keinginan, kebutuhan atau kepentingan.

b.      Hambatan dalam penyandian atau simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang digunakan antara si pengirim dengan si penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.

c.       Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio sehingga tidak dapat mendengarkan pesan dengan jelas.

d.      Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima.

e.       Hambatan dari penerima pesan. Misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.

 

E.     Hakikat Komunikasi dalam Dakwah

Kegiatan dakwah adalah kegiatan komunikasi, dimana dai mengkomunikasikan pesan kepada madu, perorangan atau kelompok. Secara teknis dakwah adalah komunikasi antara dai (komunikator) dan Madu (komunikan). Semua hukum yang berlaku dalam ilmu komunnikasi berlaku juga dalam dakwah, hambatan komunikasi adalah hambatan dakwah,dan bagaimana mengungkapkan apa yang tersembunyi di balik perilaku manusia dakwah sama juga dengan apa yang harus di kerjakan pada manusia komunikan. Perbedaan dakwah dengan komunikasi terletak pada muatan pesannya,pada komunikasi sifatnya netral sedangkan pada dakwah terkandung nilai keteladanan dan kebenaran.[3]

Dakwah

Komunikasi

Pesan yang disampaikan lebih spesifik dibanding dengan pesan dalam komunikasi, dakwah biasanya berhubungan dengan amar ma‟ruf dan nahi munkar.

Komunikasi cakupannya lebih luas dibandingkan dengan dakwah. Tidak ada batasan pesan dalam komunikasi. Apapun yang termasuk pesan atau informasi dan disampaikan, itu termasuk komunikasi

Target dalam dakwah biasanya lebih spesifik untuk sesuatu yang berhubungan dengan keislaman.

Sasaran dalam berkomunikasi luas

Dakwah mengandung seruan atau ajakan kepada jalan kebenaran.

Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi atau ide atau gagasan.

 

F.     Hambatan Komunikasi dalam Dakwah

 

a.       Hambatan Sosio-antro-Psikologis proses komunikasi berlangsung dalam konteks situasional. Ini berarti bahwa komunikator harus memperhatikan situasi ketika komunikasi dilangsungkan, sebab situasi amat berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi.

b.      Hambatan semantis Kalau hambata sosiologis- antropologis-psikologis terdapat pada pihak komunikasi, maka hambatan semantic terdapat pada diri komunikator. Faktor semantis menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai “alat” untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasinya seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan semantis ini, sebab salah ucap atau salah tulis dapat menimbulkan salah pengertian.

c.       Hambatan mekanis Hambatan mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Banyak contoh yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari; suara telepon yang krotokan, ketikan huruf yang buram pada surat, suara yang hilang-muncul pada pesawat radio, berita surat kabar yang sulit dicari sambungan kolomnya, gambar yang meliuk-liuk pada pesawat televisi, dan lain-lain.[4]

d.      Hambatan ekologis Hambatab ekologis terjadi disebabkan oleh gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya komunikasi, jadi datangnya dari lingkungan. contoh hambtan ekologis adalah suara riuh orang-orang atau kebisingan lalu lintas, suara hujan atau petir, suara pesawat terbang lewat, dan lain-lain pada saat dai sedang menyampaikan materi.[5]

BAB II

A.    Kesimpulan

Efektifitas komunikasi dalam berdakwah sangat diperlukan agar tidak menghambat pesan yang akan disampaikan oleh da’I. Semua hukum yang berlaku dalam ilmu komunnikasi berlaku juga dalam dakwah, hambatan komunikasi adalah hambatan dakwah,dan bagaimana mengungkapkan apa yang tersembunyi di balik perilaku manusia dakwah sama juga dengan apa yang harus di kerjakan pada manusia komunikan.

B.     Saran

Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para pembaca.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Arifin Anwar, Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas, (Jakarta:, PT. Rajagrafindo, 1988) hlm. 27

Depdikbud, Kamus Besar, hlm. 219

Faizah dan Lalu muchsin Effendi.Psikologi Dakwah.(Jakarta) :Kencana.2009. hlm.36-37

Onong Uchjana efendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya),2009, hlm. 11

 

 

 



[1] Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas, (Jakarta:, PT. Rajagrafindo, 1988) hlm. 27

[2] Depdikbud, Kamus Besar, hlm. 219

[3] Faizah dan Lalu muchsin Effendi.Psikologi Dakwah.(Jakarta) :Kencana.2009. hlm.36-37

[4] Onong Uchjana efendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya),2009, hlm. 11

[5] Ibid., hlm 12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerpen : Perjuangan dibalik Layar

                                                               Rentan Waktu Oleh: Khoirotul Nikmah AAAAAAAAAAH HUH UUAAAAHHH, AYO BU SED...