MAKALAH
Hambatan dan Efektifitas Komunikasi Dakwah

Dosen
Pengampu:
Abdullah Sattar
Pemakalah:
Khoirotul
Nikmah (B01219023)
KOMUNIKASI
PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS
DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
Kata
Pengantar
Puji
dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Hambatan dan Efektifitas Komunikasi Dakwah”.
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat
untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi
Dakwah.
Selama penyusunan makalah ini kami mendapatkan bimbingan dari berbagai pihak,
sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan dalam tepat waktu.
Dalam
hal ini kami menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingan dan bantuan yang
telah diberikan oleh:
1. Bpk.
Abdullah Sattar selaku dosen
pengampu mata kuliah Komunikasi Dakwah
2. Kedua
orang tua yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupun materil.
3. Teman-teman
sepejuangan kami.
Kami
menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini tidak terlepas dari kekurangan. Untuk
itu kami senantiasa terbuka menerima kritik dan saran yang membangun dari semua
pihak guna kelengkapan dan kesempurnaan makalah ini kedepan. Akhir kata kepada
semua pihak yang telah membantu terwujudnya makalah ini penulis mengucapkan
banyak terimakasih.
Jazakumullah
Khairan Katsiro.
Surabaya,
5 Januari
2021
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Latar Belakang
BAB I
A.
Pengertian Efektifitas Komunikasi
B.
Syarat Komunikasi Efektif
C.
Pengertian Hambatan
D.
Komponen Hambatan-hambatan Komunikasi
E.
Hakikat Komunikasi dalam Dakwah
F.
Hambatan Komunikasi dalam Dakwah
BAB
II
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka
Latar Belakang
Komunikasi
adalah suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang
lain untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai makhluk sosial setiap individu
tidak bisa menghindar dari tindakan komunikasi menyampaikan dan menerima pesan
dari dan ke orang lain. Pelaku proses komunikasi adalah manusia yang selalu
bergerak dinamis. Komunikasi menjadi penting karena fungsi bisa dirasakan oleh
pelaku komunikasi tersebut. Melalui komunikasi seseorang menyampaikan apa yang
ada dalam benak pikirannya dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik
secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi yang baik dan efektif adalah
komunikasi yang mampu menciptakan kebersamaan arti bagi orang-orang terlibat.
Tanpa persamaan arti, sukar dipikirkan adanya komunikasi.[1]
Kegagalan
dalan berkomunikasi sering timbul karena hambatan dalam proses komunikasi.
Dalam proses komunikasi antar komunitas, maka fungsi komunikasi yang dilakukan
antara dua komunitas yang berbeda itu merupakan jembatan atas perbedaan di
antara mereka. Fungsi menjembatani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan
yang mereka pertukarkan, keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas
sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama.
Dengan
adanya komunikasi yang baik suatu kelompok
dapat
berjalan dengan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurang atau
tidak adanya komunikasi akan macet
atau tidak berjalan secara efektif. Komunikasi yang efektif adalah penting, oleh karena itu seseorang perlu memahami dan
meningkatkan kemampuan komunikasinya. Karena komunitas underground memang lekat
dengan citra keras dan tidak mau tahu dengan keadaan sekitar. Dengan demikian
komukasi efektif sangat penting pada setiap tingkat untuk mencapai sasaran
secara efektif.
BAB I
A.
Pengertian
Efektifitas Komunikasi
Efektivitas
berasal dari kata efek yang artinya pengaruh yang ditimbulkan oleh sebab,
akibat atau dampak.Jadi, secara sederhana efektif berarti berhasil, sedangkan
efektivitas menurut bahasa berarti tepat guna, hasil guna, menunjang tujuan. Sedangkan menurut kamus
besar bahasa Indonesia, efektivitas adalah keadaan berpengaruh, dapat membawa
dan berhasil guna (usaha, tindakan). Dengan
demikian, efektivitas pada dasarnya merujuk kepada suatu ukuran perolehan yang
memiliki kesesuaian antara hasil yang dicapai dengan hasil yang diharapkan.[2]
Berdasarkan
pengertian tersebut, maka dapat dipahami bahwa efektifitas bermuara kepada
hasil daan tujuan, manfaat dan seberapa jauh tingkat ketercapaian antara
harapan dengan kenyataan dilakukannya suatu tindakan atau perbuatan. Dengan
kata lain, dapat dikatakan bahwa efektivitas merupakan suatu tolak ukur yang
digunakan secara tepat guna mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu pekerjaan
atau tindakan.
Sedangkan
komunikasi dilihat dari etimologi, berasal dari Bahasa Latin yakni dari kata communis
yang berarti “sama”, communico, communication, atau communicare yang berarti
“membuat sama” (to make common). Istilah pertama merupakan akar dari
kata-kata lainnyanya. Kemudian kata lain yang
mirip dengan komunikasi adalah komunitas (community) yang juga menekankan
kesamaan atau kebersamaan. Komunitas adalah sekelompok orang yang berkumpul
atau hidup bersama untuk mencapai tujuan tertentu, dan mereka berbagi makna dan
sikap yang mirip.
Sementara
itu, para ahli sebagai berikut yang dikutip oleh Dedy Mulyana dalam bukunya
sebagai berikut:
1.
Sebagaimana yang
disampaikan Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson dalam mulyana komunikasi
merupakan proses memahami dan berbagi makna.
2.
Diana K. Ivy dan Phil
Backlund komunikasi adalah proses yang terus berlangsung dan dinamis menerima
dan mengirim pesan dengan tujuan berbagi makna.
B.
Syarat
Komunikasi Efektif
Berdasarkan
defenisi tersebut, komunikasi dapat dikatakan efektif apabila memenuhi tiga
persyaratan utama, yaitu:
a.
Pesan yang dapat diterima
dan dipahami oelh komunikan sebbagaimana dimaksud oleh komunikator
b.
Ditindak lanjuti dengan
perbuatan secara suka rela
c.
Meningkatkan kualitas
hubungan antarpribadi.
Komunikasi
yang efektif akan membantu mengantarkan kepada tercapainya tujuan tertentu, sebaliknya
jika komunikasi efektif tidak berhasil maka akibatnya tujuan komunikasi tidak
akan tercapai. Harus disadari bahwa komunikasi efektif akan membantu jalan
manuju tercapainya apapun tujuan yang dilakukan. Apapun kedudukan, keterampilan
komunikasi secara efektif merupakan modal penting bagi siapa pun, terutama para
dai.
C.
Pengertian
Hambatan
Effendy
(2003) menyatakan bahwa beberapa ahli komunikasi menyatakan bahwa tidaklah
mungkin seseorang melakukan komunikasi yang sebenarbenarnya efektif. Ada banyak
hambatan yang dapat merusak komunikasi. Segala sesuatu yang menghalangi
kelancaran komunikasi disebut sebagai gangguan (noise)
Dari
pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa hambatan komunikasi adalah segala bentuk gangguan yang
terjadi di dalam proses penyampaian dan penerimaan suatu pesan dari individu
kepada individu yang lain yang disebabkan oleh faktor lingkungan maupun faktor
fisik dan psikis dari individu itu sendiri.
D.
Komponen
Hambatan-hambatan Komunikasi
Menurut
Fajar (2009), terdapat beberapa hambatan dalam komunikasi , yaitu:
a.
Hambatan dari pengirim
pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau
pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional
sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu mendorong seseorang untuk bertindak
sesuai keinginan, kebutuhan atau kepentingan.
b.
Hambatan dalam penyandian atau simbol. Hal ini dapat
terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti
lebih dari satu, simbol yang digunakan antara si pengirim dengan si penerima
tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
c.
Hambatan media, adalah
hambatan yang terjadi dalam penggunaaan media komunikasi, misalnya gangguan
suara radio sehingga tidak dapat mendengarkan pesan dengan jelas.
d.
Hambatan dalam bahasa
sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima.
e.
Hambatan dari penerima
pesan. Misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima/mendengarkan pesan,
sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
E.
Hakikat
Komunikasi dalam Dakwah
Kegiatan
dakwah adalah kegiatan komunikasi, dimana dai mengkomunikasikan pesan kepada
madu, perorangan atau kelompok. Secara teknis dakwah adalah komunikasi antara
dai (komunikator) dan Madu (komunikan). Semua hukum yang berlaku dalam ilmu
komunnikasi berlaku juga dalam dakwah, hambatan komunikasi adalah hambatan
dakwah,dan bagaimana mengungkapkan apa yang tersembunyi di balik perilaku
manusia dakwah sama juga dengan apa yang harus di kerjakan pada manusia
komunikan. Perbedaan dakwah dengan komunikasi terletak pada muatan
pesannya,pada komunikasi sifatnya netral sedangkan pada dakwah terkandung nilai
keteladanan dan kebenaran.[3]
|
Dakwah |
Komunikasi |
|
Pesan
yang disampaikan lebih spesifik dibanding dengan pesan dalam komunikasi,
dakwah biasanya berhubungan dengan amar ma‟ruf dan nahi munkar. |
Komunikasi
cakupannya lebih luas dibandingkan dengan dakwah. Tidak ada batasan pesan
dalam komunikasi. Apapun yang termasuk pesan atau informasi dan disampaikan,
itu termasuk komunikasi |
|
Target
dalam dakwah biasanya lebih spesifik untuk sesuatu yang berhubungan dengan
keislaman. |
Sasaran
dalam berkomunikasi luas |
|
Dakwah
mengandung seruan atau ajakan kepada jalan kebenaran. |
Komunikasi
merupakan proses penyampaian informasi atau ide atau gagasan. |
F.
Hambatan
Komunikasi dalam Dakwah
a.
Hambatan
Sosio-antro-Psikologis proses komunikasi berlangsung dalam konteks situasional.
Ini berarti bahwa komunikator harus memperhatikan situasi ketika komunikasi
dilangsungkan, sebab situasi amat berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi.
b.
Hambatan semantis Kalau
hambata sosiologis- antropologis-psikologis terdapat pada pihak komunikasi,
maka hambatan semantic terdapat pada diri komunikator. Faktor semantis
menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai “alat” untuk
menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan. Demi kelancaran
komunikasinya seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan
semantis ini, sebab salah ucap atau salah tulis dapat menimbulkan salah
pengertian.
c.
Hambatan mekanis Hambatan
mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi.
Banyak contoh yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari; suara telepon yang
krotokan, ketikan huruf yang buram pada surat, suara yang hilang-muncul pada
pesawat radio, berita surat kabar yang sulit dicari sambungan kolomnya, gambar
yang meliuk-liuk pada pesawat televisi, dan lain-lain.[4]
d.
Hambatan ekologis
Hambatab ekologis terjadi disebabkan oleh gangguan lingkungan terhadap proses
berlangsungnya komunikasi, jadi datangnya dari lingkungan. contoh hambtan
ekologis adalah suara riuh orang-orang atau kebisingan lalu lintas, suara hujan
atau petir, suara pesawat terbang lewat, dan lain-lain pada saat dai sedang
menyampaikan materi.[5]
BAB II
A.
Kesimpulan
Efektifitas komunikasi dalam berdakwah sangat
diperlukan agar tidak menghambat pesan yang akan disampaikan oleh da’I. Semua
hukum yang berlaku dalam ilmu komunnikasi berlaku juga dalam dakwah, hambatan
komunikasi adalah hambatan dakwah,dan bagaimana mengungkapkan apa yang
tersembunyi di balik perilaku manusia dakwah sama juga dengan apa yang harus di
kerjakan pada manusia komunikan.
B.
Saran
Penulis
tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat banyak kesalahan
dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan
berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para pembaca.
Daftar Pustaka
Arifin Anwar, Ilmu Komunikasi: Sebuah
Pengantar Ringkas, (Jakarta:, PT. Rajagrafindo, 1988) hlm. 27
Depdikbud,
Kamus Besar, hlm. 219
Faizah
dan Lalu muchsin Effendi.Psikologi Dakwah.(Jakarta) :Kencana.2009. hlm.36-37
Onong
Uchjana efendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya),2009, hlm.
11
[1] Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas, (Jakarta:,
PT. Rajagrafindo, 1988) hlm. 27
[2] Depdikbud, Kamus Besar, hlm. 219
[3] Faizah dan Lalu muchsin Effendi.Psikologi Dakwah.(Jakarta)
:Kencana.2009. hlm.36-37
[4] Onong Uchjana efendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya),2009, hlm. 11
[5] Ibid., hlm 12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar